0

Setuju banget sama jurnal otomotif dari detikoto Bangkok - Pelaku industri otomotif nasional menunggu langkah pemerintahan baru di bawah Presiden Joko Widodo (Jokowi) terhadap kebijakan jangka panjang industri otomotif nasional. Saat ini Indonesia, merupakan produsen otomotif (mobil) kedua terbesar setelah Thailand di Asia Tenggara.

Di Thailand, industri otomotif mendapat dukungan penuh pemerintah secara regulasi, infrastruktur hingga insentif. Sehingga tak heran, Thailand menjadi raja otomotif di ASEAN, dengan produksi mobil hingga 2,4 juta unit pada tahun lalu yang 50% diekspor, sedangkan Indonesia hanya 1,2 juta unit yang mayoritas dijual di pasar domestik.

"Bagaimana 5-10 tahun ke depan. Apakah Indonesia sebagai pemain atau menjadi pasar saja," kata Ketua Komite Tetap Kadin Bidang Kebijakan Industri I Made Dana M Tangkas di lokasi Laem Chabang Port, Thailand dalam rangka Media Trip To Thailand oleh PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia, Jumat (31/10/2014)

Dana mengatakan secara perlahan, kinerja ekspor otomotif Indonesia terus naik dari tahun-tahun yang merupakan tanda Indonesia bakal menjadi pemain utama otomotif global. Namun untuk keberlanjutan, perlu dukungan pemerintah dalam regulasi, infrastruktur, bahkan insentif untuk industri, layaknya yang dilakukan Thailand. Ia mengatakan saat ini, Thailand dan Malaysia sudah memiliki Automotive Institute, sebagai wadah pengembangan industri otomotif mereka.

"Malaysia dan Thailand sudah ada, kita belum. Namun kita punya sentra otomotif Indonesia, ini masih masih dalam pembicaraan dengan Kementerian Perindustrian," katanya.

Untuk menjadikan Indonesia sebagai pemain utama industri otomotif di kawasan maupun global, maka butuh peningkatan sumber daya manusia. Selain persoalan perbaikan infrastruktur seperti pelabuhan, akses jalan yang efisien, dan lain-lain

"Kalau proyeksi kita 2020 dengan produksi 2 juta unit mobil, bagaimana dengan kesiapan infrastruktur, energi dan dukungan regulasi.Regulasi yang mendukung industri ini," kata Dana.

Saat ini, tak bisa dipungkiri lambat laut kinerja ekspor industri otomotif di Indonesia terus naik dari tahun ke tahun. Meskipun indusri ini masih terkendala soal ketergantungan impor komponen dan bahan baku yang masih tinggi, bahkan pabrik-pabrik mobil di Indonesia masih sangat bergantung sebagian komponen dari Thailand. Ekspor komponen otomotif Thailand terbesar dikirim ke Indonesia.

Mantan Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi pernah menyampaikan keyakinannya kinerja ekspor otomotif bakal jadi masa depan penopang ekspor Indonesia. Apalagi beberapa tahun terakhir, Indonesia tak bisa lagi mengandalkan berkah harga komoditas seperti sawit, batu bara, karet yang harganya terus turun

Lutfi pernah mengatakan ekspor otomotif itu jumlahnya mencapai US$ 3,5 miliar pada Agustus 2014, dan akan mencapai US$ 4,5 miliar Desember 2014. Ia yakin dalam 3 tahun mendatang, atau paling telat akhir 2017 ekspor otomotif bisa menyumbang kinerja ekspor mencapai US$ 11 miliar per tahun.

Tentu saja, hal ini masih sebatas proyeksi, namun apabila ramalan Lutfi terjadi maka setidaknya ekspor mobil akan menjadi penopang kinerja ekspor baru bagi Indonesia. Selama ini untuk sektor non migas yang masih ditopang dari ekspor CPO, tekstil dan produk tekstil dan lainnya.

Merosotnya harga komoditas memang menjadi pukulan buat Indonesia. Misalnya harga batu bara sempat mencapai US$ 89 per ton, padahal sempat mencapai harga tertinggi pada Februari 2012 mencapai US$ 125 per ton. Hal yang sama pun terjadi pada CPO, yang kini harganya sudah di bawah US$ 700 per ton, padahal sempat mencapai harga tertinggi pada April 2012 yaitu US$ 1.157 perton.ss

Di dalam negeri, eksportir otomotif utama adalah Grup Toyota yang mencakup Toyota, Daihatsu, dan Hino membukukan ekspor mobil sebanyak 136.000 unit mobil pada tahun lalu atau sekitar 80% dari total ekspor mobil Indonesia.

Data Gaikindo, tercatat pada 2009 dari total ekspor mobil yang hanya 44.665 unit, Toyota grup mengekspor sebanyak 79%,kemudian pada 2010 dari total ekspor mobil 64.023, Toyota grup menyumbang kinerja ekspor 75%. Pada 2011 dari total ekspor mobil sebanyak 87.657, ada 77% disumbang dari grup Toyota, selanjutnya di 2012 dari total ekspor 133.000 unit mobil, Toyota berkontribusi 77%, dan tahun lalu mencapai 80% dari total ekspor 136.117 unit yang diekspor ke Timur Tengah, Afrika Utara hingga Amerika Latin

Post a Comment

 
Top